Analisa Saham Fundamental dan Teknikal, Ini Perbedaan dan Caranya!

Dalam dunia saham kita akan diajarkan mengenai analisa saham fundamental dan teknikal. Kedua hal seakan terlihat sama namun sangat lah berbeda jauh, layaknya bumi dan langit. Fun fact! Akibat kedua analisa inilah seorang investor saat akan memulai debutnya di dunia saham, diharuskan untuk menetapkan tujuan.

Pastinya kamu tidak ingin melihat kerugian di akunmu bukan? Itulah hasil yang akan dihadapi jika tidak menetapkan tujuan. Mudahnya seperti ini, jika kamu menanam saham dalam jangka waktu 5 tahun maka kamu harus menggunakan analisa saham fundamental. seringkali orang mengalami kerugian di dalam dunia saham akibat menetapkan tujuan untuk jangka panjang, namun analisa yang digunakan yaitu analisa saham teknikal.

Baca juga: Saham VS Forex! Apa Perbedaan Saham dan Forex? Ini Penjelasannya!

Penasaran! kali ini investasimuda akan menghadirkan artikel yang berbeda dari biasanya, tentunya informatif bagi kalangan milenial, inilah perbedaan analisa saham fundamental dan teknikal beserta caranya yang akan membawa keuntungan besar bagimu:

Periode Waktu Kepemilikan Emiten

Analisa saham fundamental dan teknikal memiliki periode waktu yang berbeda-beda atas kepemilikan emiten saham nya. Hal ini dibuktikan melalui saham fundamental yang harus disimpan dalam rentang jangka waktu 1 hingga 5 tahun atau bahkan lebih. Berbeda halnya dengan saham teknikal yang cukup membutuhkan waktu 1 hari bahkan hitungan menit ataupun detik. itulah perbedaan signifikan antara fundamental maupun teknikal yang tentunya dapat dilihat sekilas mata.

Menariknya ketika ketika seorang investor memiliki tujuan untuk menanam saham dalam jangka waktu panjang maka ia pun harus memiliki data-data perusahaan setidaknya 3 hingga 5 tahun terakhir. Seperti yang kita ketahui bahwa uang yang akan disimpan dalam bentuk saham ini, akan diendapkan dalam jangka waktu yang panjang.

Dengan demikian investor harus memiliki kepercayaan penuh terhadap emiten saham yang dipilihnya. So, inilah tujuannya memiliki data-data perusahaan beberapa tahun terakhir, agar track record perusahaan dapat dibaca dengan teliti.Tentunya menghindari investor dari kerugian.

Perbedaan mencolok terjadi pada analisa saham teknikal, sebab saham teknikal tidak membutuhkan catatan keuangan mengenai perusahaan. Namun, yang dibutuhkannya hanyalah grafik perkembangan yang saat ini. Dengan demikian Trader dapat menjual sahamnya dengan cepat.

Grafik VS Kinerja

Grafik saham

Kali ini pembahasan akan terletak pada objek analisa dari saham fundamental dan teknikal. pada saham teknikal objek yang dianalisa merupakan chart atau candlestick. Dengan demikian seorang trader hanya akan memperhatikan perkembangan grafik yang terjadi pada saat itu. Hal-hal yang penting dilihat oleh sisi trader yaitu harga pembukaan, harga penutupan, harga terendah dan harga tertinggi.

Hal yang berkebalikan terjadi pada saham fundamental dimana objek analisa saham fundamental terletak pada kinerja perusahaan. Tak perlu dipertanyakan kembali dari mana datangnya perhitungan kinerja, jika tidak dari data-data keuangan perusahaan.

Tentunya, sudah dapat diduga bahwa data tersebut biasa terdiri atas rasio profit maupun utang, pendapatan, dan lain sebagainya. Gunakan data-data beberapa tahun terakhir untuk memperkuat kondisi kinerja dari emiten saham tersebut.

Konsep Trading dan Investing

Secara garis besar trading dan investing memiliki konsep yang sangat berbeda jauh. Trading secara umum terlihat seperti sebuah permainan untung dan rugi. Jika kamu benar dalam analisa perkembangan grafik maka akan untung. Namun, jika salah dalam analisa perkembangan grafik sahamnya maka akan mengalami kerugian yang signifikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa trading bukan sebuah bentuk investasi.

Terlebih ketika kamu memilih trading maka emiten saham tersebut didapat diendapkan dalam waktu yang lama. Seperti, semakin lama kamu memendamnya maka akan lebih banyak lagi kerugian yang diraih. Hal ini disebabkan perkembangan saham hanya mengandalkan berita dan kekuatan bandar. Menyebalkannya, tak ada satu pun yang tahu tujuan dari bandar yang sebenarnya akan menjadi seperti apa.

Hal yang sangat berbeda dirasakan oleh analisa saham fundamental dimana saham fundamental justru membutuhkan waktu yang lama. Mengapa membutuhkan waktu yang lama? Tentunya untuk mencapai keuntungan yang maksimal. Contoh mudahnya yaitu saham dengan kode saham SIDO.

Jenis saham ini memiliki kinerja perusahaan yang sangat baik. Perkembangan grafik saham selalu menunjukkan suatu hal positif namun pergerakannya sangatlah lambat sebab tak ada yang mendorongnya. Dengan demikian akan sangat baik untuk mendiamkannya selama beberapa tahun kedepan sambil melihat perkembangan harga saham.

Itulah mengapa analisa saham fundamental sangat cocok sebagai sebuah investasi. Menariknya beberapa saham yang termasuk ke dalam saham fundamental memiliki perkembangan harga saham yang cukup lambat dibanding lainnya. Namun, semakin lama saham tersebut ditahan akan menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Sangat berbeda dengan teknikal yang akan membawamu ke dalam jurang minus.

Proses Analisa Tren

Well, dalam proses analisa tren yang dilakukan oleh analisa saham fundamental dan teknikal bagaikan langit dan bumi. Menariknya tidak ada hubungannya satu dan yang lainnya. Jika tren dari analisa teknikal menggunakan perilaku harga masa lalu, maka analisa saham fundamental lebih mengarah pada EPS, DER, ROI dan ROE.

Dalam analisa tren yang ditujukan pada teknikal berpatok pada perilaku harga saham masa lalu. Trader percaya bahwa perilaku harga tersebut akan selalu berulang dan hanya tergantung pada waktunya saja. Inilah juga yang menjadikan alasan terbesar analisa saham teknikal lebih memperhatikan perkembangan harga yang terjadi di dalam grafik.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa saham fundamental tidak akan berlaku atau tergantung pada sebuah cerita saja. Tentunya sebuah cerita dapat mengguncangkan tetapi tidak secara sepenuhnya. Dengan demikian untuk bisa menganalisa tren yang akan terjadi melalui kenaikan ROI dan ROE, penurunan yang terjadi pada DER dan Kenaikan pada EPS.

Waktu yang Pas Untuk Membeli

Kapan waktu yang tempat untuk membeli suatu saham?

Terdapat perbedaan signifikan diantara keduanya, pada analisa saham fundamental mengenal istilah ‘salah harga’. Istilah ini menyatakan bahwa harga saham sedang mengalami diskon dan layak untuk menambah pasukannya. Namun tetap dengan melihat kondisi ROE, ROI, PER, DER dan lain sebagainya yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan.

Sangatlah berbeda jauh ketika kita mulai membicarakan analisa saham teknikal. Mengapa bisa berbeda jauh? Hal yang paling mudah bisa dikatakan adalah saham teknikal tidak mengenal istilah ‘salah harga’. Dengan demikian yang hanya trader lihat hanyalah potensi dari perkembangan grafik. Saham teknikal dapat beli kapan saja sesuai dengan perkembangan dari grafik.

Cara Menganalisa Saham Fundamental

Analisa saham

Dalam menganalisa saham fundamental, kamu harus membaca sejumlah dokumen keuangan perusahaan untuk melihat potensi perusahaan kedepannya akan menjadi seperti apa. Biasanya yang melakukan analisa saham fundamental sedetail itu hanyalah beberapa orang saja terutama profesional. Namun, pemula memiliki kecenderungan pengetahuan saham.

Kini investasimuda menghadirkan cara mudah dalam menganalisis saham fundamental bagi para pemula adalah sebagai berikut:

Tentukan jenis emiten saham apa yang akan kamu pilih

Mengapa harus menentukan jenis emiten saham? Hal ini memiliki tujuan agar para investor pemula dapat dengan mudah membandingkan suatu emiten. Selain itu pula, membantu para investor pemula untuk memahami setiap jenis emiten saham memiliki karakteristiknya masing-masing.
Pilih 2 atau lebih emiten saham di dalam industri yang sama

Hal ini harus dilakukan, agar para investor pemula dapat melihat dengan jelas perbedaan satu saham dengan saham lainnya. Kemudian, jika kamu menggunakan banyak opsi saham akan mudah bagi kamu melihat emiten yang akan memberikan keuntungan yang maksimal.
Pilih kapitalisasi pasar yang besar

Kapitalisasi pasar diibaratkan sebagai suatu kepercayaan investor kepada pihak perusahaan. Dengan demikian semakin besar kapitalisasi pasar maka dapat dinyatakan bahwa terdapat banyak orang pula yang mempercayakan uangnya di dalam perusahaan tersebut. Tips! Pilihlah perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar setidaknya Rp 500 miliar.

Perhatikan ROE, DER, dan lain sebagainya

Inilah kunci mudah dalam menganalisa saham fundamental. ROE merupakan kepanjangan dari return On equity, laba yang dihasilkan perusahaan melalui modal ekuitas yang diberikan oleh pihak investor.

Tips! ROE yang memiliki nilai mendekati 1 maka menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan pendapatan melalui ekuitas. Berbeda halnya jika yang didapatkan bernilai 0 yang menyatakan ketidakmampuan suatu perusahaan. Jangan lupa untuk memperhatikan DER, sebab DER menyatakan adanya atau tidak adanya hutang dari pihak perusahaan

Market Leader

Pilihlah perusahaan yang menjadi pemimpin pasar. Secara tidak langsung menyatakan pula perusahaan tersebut masuk ke dalam kategori saham blue chip. Seperti yang diketahui saham blue chip sangat direkomendasikan dalam berinvestasi.

Bandingkan Saham

Pada tahapan terakhir ini disarankan untuk tidak lupa membandingkan saham. Tujuannya agar kamu dapat melihat kelebihan dan kekurangan perusahaan secara jelas. Selain itu pula, dapat menyesuaikan dengan portofoliomu.

Cara Menganalisa Saham Teknikal

Bagaimana caranya menganalisa saham teknikal?

Berikut cara yang dapat kamu gunakan dan terbukti efektif adalah sebagai berikut:

  • Pilihlah saham yang memiliki arah grafik dominan > 45 derajat
  • Jangan membeli saham yang memiliki sideways hingga 80%
  • Pilihlah saham yang memiliki volatilitas yang tinggi dan secara liquidnya saham tersebut diperdagangkan setiap hari
  • Kemudian, pilihlah perusahaan yang memiliki lembar jumlah saham yang beredar di dalam pasar saham dalam jumlah yang cukup banyak. Dengan demikian hal tersebut menyatakan bahwa floating share milik emiten tidak lebih dari 40%
  • Terakhir, saham memiliki jumlah lot yang cukup banyak. Dengan demikian harga saham tidak akan mudah untuk dipermainkan.

Apakah kamu sudah memahami perbedaan antara analisa saham fundamental dan teknikal? Sudahkah kamu menetapkan tujuan dalam dunia saham yang saat ini kamu geluti? investasimuda sangat mengharapkan kamu untuk bisa menetapkan tujuan, ketika selesai membaca artikel ini.

Dengan demikian kamu bisa menentukan analisa mana yang akan digunakan nantinya. Semoga artikel ini menjawab semua kegalauan yang kamu miliki saat ini. nantikan artikel informatif lainnya yang akan dihadirkan oleh investasimuda. semangat cuannya!

Baca juga: 10 Saham Potensial Tahun 2021: Wajib Masuk List Para Investor Nih!

Bagikan

Leave a Comment