Apa Itu IPO? Definisi, Tahapan dan Cara Menilai Prospeknya

Investasi saham merupakan suatu investasi likuiditas yang menjadi incaran banyak kalangan saat ini, terutama perusahaan yang mengalami Initial Public Offering. Kalangan yang paling mendominasi di dalam investasi jenis ini tentunya para anak milenial, namun ternyata anak generasi Z pun seakan tak mau kalah dan ikut berpartisipasi banyak dalam kondisi ini. Tentunya kondisi ini membuatnya menjadi incaran banyak kalangan.

Semakin banyak yang ikut berpartisipasi dalam dunia investasi saham maka akan banyak investor atau trader didalamnya. Dengan demikian perputaran lembar saham yang akan terjadi semakin cepat. Hal ini memiliki dampak positif.

Berita terbaru menyatakan bahwa Initial Public Offering (IPO) menjadi incaran para investor. Hal ini dipicu melalui harga murah yang dapat ditawarkan pada awal penawaran harga saham. Menjadi sesuatu yang lebih menguntungkan jika perusahaan yang mengalami IPO memiliki kinerja yang sangat baik.

Penasaran tidak dengan perusahaan yang mengalami IPO? Jika iya kali ini investasimuda akan mengenalimu dengan Initial Public Offering (IPO). Dijamin tidak akan menyesal! Akan banyak informasi yang terkandung didalamnya.

Baca juga: Analisa Saham Fundamental dan Teknikal, Ini Perbedaan dan Caranya!

Apa Itu IPO?

Apa itu IPO?

IPO atau yang lebih sering dikenal sebagai Initial Public Offering merupakan sebuah proses yang dilalui bagi setiap perusahaan yang akan memperjualbelikan lembar saham kepemilikan perusahaannya kepada masyarakat Indonesia. Secara mudahnya IPO terjadi pada hari sebelum diresmikannya penjualan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian IPO dapat di ibarat penjualan untuk penawaran awal sebuah perusahaan yang akan memiliki status Tbk.

Tujuan Perusahaan yang Mengalami IPO

Pada dasarnya perusahaan yang mengalami Initial Public Offering (IPO) memiliki tujuan utama yaitu membutuhkan dana segar untuk mendukung kondisi perusahaan yang saat ini terjadi. Ketika perusahaan memutuskan untuk melepaskan sejumlah lembar saham ke masyarakat Indonesia. Dengan demikian perusahaan akan memiliki sejumlah dana segar yang akan mendukung perusahaan tanpa harus mendapatkan suku bunga yang besar dari bank.

Keuntungan Perusahaan yang Mengalami IPO

Terdapat sederet keuntungan maupun kekurangan bagi perusahaan yang mengalami Initial Public Offering (IPO). Penasaran keuntungannya? Kali ini akan dibahas mengenai keuntungan dari perusahaan IPO adalah sebagai berikut:

  • Perusahaan Memiliki Dana Segar

Melalui keputusan perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) membuat perusahaan mendapatkan pendanaan suatu dana segar dari masyarakat. Dana segar ini punt didapatkan melalui penjualan lembar saham yang dilepaskan perusahaan kepada khalayak umum. Hal ini pun membuat perusahaan terhindar dari pinjaman bank yang akan memberikan suku bunga yang tinggi.

  • Peningkatan Image Perusahaan Dimata Masyarakat Indonesia

Perusahaan yang mengalami IPO akan mengalami peliputan media secara besar-besar. Kondisi ini tentunya akan sangat menguntungkan perusahaan dalam peluncuran produk-produknya. Tak sampai disitu saja, kita tahu bahwa perusahaan yang mengalami IPO akan menyebarkan data kinerjanya kepada masyarakat luas.

Jika penyebaran data kinerja tersebut berada dalam kondisi yang sangat bagus. Hal ini akan sangat menguntungkan perusahaan dalam meningkatkan image yang dimiliki perusahaan . Dengan demikian akan menarik sejumlah perhatian masyarakat Indonesia untuk melakukan investasi terhadap perusahaan.

  • Penumbuhan Tingkat Loyalitas Karyawan Terhadap Perusahaan

Tak jarang perusahaan yang mengalami IPO mengadakan program kepemilikan saham terhadap para karyawannya. Dengan demikian setiap karyawan akan mendapatkan sejumlah saham sebagi bentuk insentifnya. Hal ini merupakan strategi terbaik yang bisa perusahaan lakukan dalam mempertahankan karyawannya dan mendapatkan loyalitasnya. Hal ini disebabkan rasa kepemilikan yang besar terhadap perusahaan sehingga akan mempertahankan kinerja perusahaan agar nilai perusahaan setiap harinya semakin besar.

  • Pengurangan Pajak

Hal ini menjadi sesuatu yang begitu menarik perhatian sebab diketahui bahwa tertera dalam Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2015 mengenai perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2013. Hal tersebut berisikan mengenai penurunan tarif pajak penghasilan bagi wajib pajak  Badan Dalam Negeri yang berbentuk Perseroan Terbuka. Mudahnya Perusahaan yang memiliki 40% sahamnya tercatat dan diperdagangkan dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan minimal 300 pemegang saham akan memiliki PPh sebesar 5%.

Kerugian Bagi Perusahaan yang Mengalami IPO

Setiap keuntungan tentunya memiliki kerugian dibaliknya. Tak ada yang sempurna bukan? Berikut kekurangan yang perlu kamu ketahui terhadap perusahaan yang mengalami Initial Public Offering (IPO) adalah sebagai berikut:

  • Kepemilikan Perusahaan Menjadi Terbagi

Kelemahan perusahaan yang mengalami IPO dimana sahamnya terbagi atas sejumlah investor. Tentunya investor tersebut memiliki kekuatan didalam sebuah pengambilan keputusan sebab ia merupakan salah satu pemilik dari perusahaan. Dengan demikian pemegang saham pendiri tidak dapat mengambil keputusan atas pendapatnya sendiri. Keputusan ini harus dihasilkan secara bersama dengan pemegang saham lainnya.

  • Perusahaan Harus Mengikuti Peraturan yang Ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerapkan sederet kebijakan salah satunya transparansi data kinerja perusahaan. Maksud dari data kinerja ini berupa data keuangan perusahaan selama tahun tersebut berjalan dan harus di update secara berkelanjutan. Dengan demikian resiko yang akan dimiliki pun sudah diketahui.

Jika perusahaan memiliki data kinerja yang buruk. Hal ini akan sangat mempengaruhi keberlangsungan perusahaan dimana kepercayaan investor menjadi goyah terhadap perusahaan.

Bagaimana Tahapan yang Terjadi Pada Perusahaan yang Mengalami IPO

Perusahaan yang Mengalami IPO

Terdapar sederet tahapan yang harus dilalui oleh perusahaan yang mengalami IPO. Tahapan-tahapan tersebut membutuhkan waktu yag cukup panjang serta kesabaran yang ekstra. Berikut tahapan-tahapan yang harus dilalui perusahaan yang mengalami IPO adalah sebagai berikut:

Tahapan Persiapan Perusahaan IPO

Pada tahapan ini perusahaan akan melakukan persiapan-persiapan mengenai kebutuhan yang diperlukan oleh perusahaan mengenai pendaftaran sebagai perusahaan IPO. Tujuan dari persiapan ini semua agar saat perusahaan mendaftarkan menjadi lebih efektif dan efisien. Hal terpenting dalam proses ini yaitu perusahaan mengadakan RUPS untuk mendapatkan persetujuan agar perusahaan dapat mengubah statusnya dari tertutup menjadi terbuka.

Tahapan Pendaftaran OJK dan Pertemuan dengan Sekuritas

Ketika tahapan ini terjadi perusahaan akan memulai perjalanannya mendaftarkan diri ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proses pengajuan ini akan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Hal ini dikarenakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap perusahaan. Setelah evaluasi ini selesai maka Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengeluarkan sebuah pernyataan.

Tak sampai disitu saja tetapi perusahaan juga harus mengadakan sebuah pertemuan dengan perusahaan sekuritas yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya. Pada pertemuan ini perusahaan sekuritas akan memastikan bahwa perusahaan telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Tak hanya itu saja tetapi menjadi perantara bagi perusahaan dengan calon investor.

Tahapan Penawaran Saham

Ketika perusahaan telah dinyatakan efektif maka kini perusahaan akan mengalami IPO. Proses ini terjadi selama 1-5 hari kerja. Proses penawaran ini akan menjadi penentu harga saham perusahaan kedepannya. Informasi yang perlu diketahui bahwa jika perusahaan memiliki kelebihan permintaan maka akan dilakukan penjatahan. Begitu pula, jika perusahaan yang mengalami kekurangan permintaan akan mendapatkan penjatahan.

Peresmian Saham Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Setelah masa penawaran berakhir maka perusahaan yang mengalami IPO akan tercatat di dalam Bursa Efek Indonesia. Pencatatan yang terjadi paling lambat berlangsung selama 3 hari. Ketika kondisi tersebut telah terjadi maka perusahaan akan secara resmi diperjualbelikan di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bagaimana Cara Menilai Prospeknya?

Cara Menilai Prospek IPO

Terdapat begitu banyak cara yang dapat dilakukan seorang calon investor dalam menilai prospek perusahaan yang mengalami IPO. Penilaian ini dari mulai sangat mudah hingga tersulit. Dari yang bisa dilihat menggunakan mata telanjang hingga memerlukan analisis yang begitu dalam. Berikut cara melakukan penilaian terhadap prospek perusahaan adalah sebagai berikut:

Tujuan Perusahaan Menjadi perhatian Utama

Nilailah sebuah perusahaan melalui tujuannya menggunakan dana yang didapatkannya dari masyarakat. Apakah untuk ekspansi atau membayar hutang perusahaan? Pahami hal tersebut dan jangan lupa untuk memahami konsep perusahaan pula agar dapat membayangkan prospek perusahaan kedepannya.

Mengetahui Jumlah Saham yang Dilepaskan Oleh Perusahaan dan Kondisi Tren

Penting untuk seorang calon investor mengetahui berapa jumlah lembar yang dilepaskan perusahaan. Hal ini bertujuan untuk melihat likuiditas yang terjadi didalam perusahaan. Semakin besar perusahaan melepaskan lembar sahamnya maka semakin besar pula likuiditasnya, begitu pula sebaliknya.

Tak sampai disitu seorang investor harus memahami tren yang terjadi pada bidang yang perusahaan geluti. Jika bidang perusahaan mengalami lesu investor maka keputusan yang lebih baik untuk menunda investasi tersebut. Tujuannya agar terhindar dari kerugian yang cukup mendalam. Keputusan yang lebih baik untuk menundanya hingga pasar di bidang perusahaan tersebut menjadi stabil.

Pahami Secara menyeluruh Kondisi Fundamental Perusahaan

Hal ini bukanlah sesuatu hal yang baru di dunia saham. Penting bagi para investor untuk mengenali fundamental perusahaan secara menyeluruh agar dapat mendapatkan prospek perusahaan kedepannya. Pahami semua data keuangan perusahaan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini akan sangat efektif bagi kamu untuk memahami kondisi perusahaan kedepannya.

Bagaimana? Sudahkah kamu mengenal secara mendalam mengenai Initial Public Offering (IPO)? Jika masih belum mengenal secara dalam, kamu bisa mengomentari di kolom komentar dan meminta “Kenali Lebih Dalam IPO Jilid II.” Semoga informasi yang diberikan dapat membantu dalam mendapatkan ilmu yang lebih lagi di dalam investasi saham.

Baca juga: Mudah! Cara dan Ketentuan Membeli Saham IPO di Indo Premier Sekuritas

Bagikan

Leave a Comment