Belajar Saham: Definisi, Jenis, Manfaat Serta Risikonya

Tahun 2021 merupakan tahun keemasan bagi investasi saham, begitu banyaknya lahir para investor retail yang memenuhi bursa saham. Hal ini tentunya mendapatkan sambutan  positif sebab masyarakat saat ini terutama golongan milenial sudah melek akan investasi terutama saham.

Investasi ini termasuk kedalam investasi yang dapat memberikan return yang besar, menarik bukan?

Tentunya! Inilah yang menjadi pemicu para investor retail lahir dengan begitu pesatnya. Namun, dibalik return yang besar memiliki resiko yang besar pula. Dengan demikian kamu akan memiliki keuntungan yang besar dan juga memiliki kehilangan yang besar pula.

Sebelum kamu memasuki investasi ini, wajib banget untuk kamu mengetahui dasar dari investasi satu ini agar kamu terhindar dari resiko yang besar. Inilah penjelasan secara umum mengenai investasi saham yang wajib banget untuk kamu tahu!

Definisi Saham

Definisi saham

Apa itu saham?

Singkatnya, saham merupakan sejumlah nilai aset atas kepemilikan suatu perusahaan. Dengan demikian orang yang memiliki saham dari perusahaan tersebut dapat dikatakan sebagai pemilik perusahaan juga.

Jika kamu ingin mengetahui pengertian saham menurut para ahli maka inilah pengertia saham menurut para ahli.

Menurut Tjiptono Darmadji dan Hendy M.Fakhrudin, saham merupakan suatu surat bukti atau tanda bukti kepemilikan individu atau instansi terhadap perusahaan perseroan terbatas.

Stocks tersebut mempunyai bentuk seperti lembaran surat berharga yang menyatakan bahwa pemilik dari surat berharga tersebut adalah pemilik perusahaan yang telah mengeluarkan surat berharga.

Menurut Sapto Raharjo, saham sebagai surat berharga yang membuktikan kepemilikan dan penyertaan individu atau instansi dalam perusahaan.

Menurut Sunariyah, saham merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas yang dimana perusahaan tersebut dikatakan sebagai emiten. Kepemilikan saham juga mengindikasikan adanya para pemilik tersebut merupakan bagian dari perusahaan tersebut pula.

Dengan demikian jika kamu hanya memiliki 0.5% dari total stocks yang ada tetap saja menyatakan bahwa kamu merupakan salah satu jajaran dari pemilik perusahaan tersebut.

Pastinya kamu akan bingung akan “lembar surat berharga” bagaimana bentuk dan rupanya? Bukannya ketika membeli di sekuritas tidak mendapatkan lembar tersebut secara resmi?

Jika kamu membeli secara langsung dengan pemilik perusahaan maka kamu akan mendapatkan lembaran surat berharga tersebut secara resmi.

Namun, saat kamu membeli stocks melalui sekuritas yang saat ini kamu lakukan maka kamu hanya akan mendapatkan nominalnya saja tidak secara resmi mendapatkan lembar tersebut.

Baca juga: Cermati!! Begini Cara Memulai Investasi Saham Bagi Pemula

Jenis Saham

Jenis saham

Jenis saham ini terbagi atas 2 jenis besar yaitu:

Berdasarkan Kemampuan

Berikut 2 jenis investasi satu ini berdasarkan kemampuannya adalah sebagai berikut:

Preferred Stocks

Investasi ini merupakan salah satu jenis investasi dimana kamu akan mendapatkan pembagian laba secara tetap. Menariknya saat perusahaan mengalami kerugian maka kamu akan menjadi prioritas utama dalam pembagian hasil dari penjualan aset perusahaan. Inilah alasan para investor lebih menyukai jenis ini dibandingkan lainnya.

Inilah ciri-ciri dari preferred stocks adalah sebagai berikut:

  • Kamu dapat menukarnya menjadi saham biasa melalui kesepakatan yang dilakukan oleh perusahaan dan shareholder
  • Terdapat suatu tingkatan karakteristik berbeda yang dapat diterbitkan
  • Memiliki prioritas tinggi dalam pembagian laba atau dividen
  • Memiliki tagihan pada aktiva dan pendapatan

Common Stocks

Saham biasa merupakan salah satu jenis investasi yang dapat ambil berdasarkan keuntungan dan kerugian pada perusahaan.

Jika saham preferen memiliki prioritas dalam pembagian dividen atas penjualan aset perusahaan maka berbeda dengan common stocks yang memiliki prioritas paling terakhir dalam pembagian dividen atas penjualan aset perusahaan.

Penjelasan singkat tersebut secara tidak langsung menyatakan bahwa pemegang common stocks bersifat terbatas. Dengan demikian jika perusahaan mengalami kebangkrutan maka pemilik common stocks akan kehilangan modal senilai modal yang disetorkannya.

Inilah ciri-ciri yang harus kamu ketahui dari common stocks adalah sebagai berikut:

  • Memiliki keterbatasan dalam kepemilikan stocks
  • Menjadi prioritas ketika perusahaan mengeluarkan saham baru
  • Pemegang saham biasa juga memiliki hak suara dalam memilih dewan komisaris

Berdasarkan Kinerja

Berikut jenis investasi satu berdasarkan kinerjanya adalah sebagai berikut:

Blue Chip Stocks

Blue Chip Stocks merupakan salah satu stocks dimana perusahaan tersebut memiliki kredibilitas yang baik serta penghasilan stabil dengan tentunya pembagian dividen yang dilakukan secara rutin.

Income Stocks

Income Stocks merupakan salah satu stocks yang dapat memberikan pemilik sahamnya dividen diatas rata-rata dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan demikian jenis stocks satu ini dapat dipastikan memiliki penghasilan yang lebih besar

Growth Stocks

Growth stocks merupakan salah satu stocks yang memiliki kedua kriteria tersebut sehingga jenis saham ini dapat tumbuh menjadi market leader atau seringkali disebut dengan well-know.

Speculative Stocks

Speculative Stocks merupakan salah satu stocks yang terletak pada waktu tertentu untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Dengan demikian tingginya nilai stocks tersebut tidak terjadi saat ini melainkan masa yang akan datang akan memiliki kemungkinan mengalami perubahan yang signifikan.

Counter Cyclical Stocks

Counter Cyclical Stocks merupakan salah satu stocks yang tidak akan terpengaruh terhadap perubahan kondisi ekonomi terjadi. Dengan demikian investasi satu ini tetap dapat membagikan dividen tinggi dalam masa resesi sekalipun.

Manfaat Saham

Manfaat saham

Berikut ini merupakan manfaat yang dapat investasi ini berikan kepadamu adalah sebagai berikut:

Dapat Dijadikan Sebagai Investasi Jangka Pendek Hingga Jangka Panjang

Investasi ini memiliki sifat yang fleksibel dimana jenis investasi ini dapat dijadikan sebagai investasi jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.

Semua kembali pada tujuan orang yang melakukan investasi. Hal ini disebabkan naik turunnya harga investasi ini bergantung pada para investor yang berada di saham tersebut. Inilah alasan saham dapat dijadikan investasi jangka pendek.

Dapat Dijadikan Sebagai Sumber Penghasilan

Investasi ini dapat dijadikan sumber penghasilan karena investasi tersebut dapat dijadikan investasi jangka pendek bahkan dapat dilakukan setiap hari.

Pergerakannya terjadi setiap hari, jam, menit hingga detik, pergerakan tersebut terjadi disebabkan adanya aktivitas jual beli saham di dalam emiten tersebut. Jika terjadi aktivitas jual dan beli maka terdapat tujuan sebuah keuntungan. Dengan demikian keuntungan inilah yang menjadi penghasilannya.

Namun, kondisi ini sangat lah riskan sebab resiko akan kerugian pun juga semakin besar. Dengan demikian disarankan untuk kamu yang memulai terjun dunia saham untuk terlebih dahulu untuk memahaminya dan menentukan tujuan. Apakah anda akan menjadi seorang investor atau trader.

Risiko Saham

Risiko saham

Berikut beberapa resiko yang akan dapatkan jika memilih terjun kedalam investasi jenis ini adalah sebagai berikut:

Kehilangan Modal

Investasi ini memiliki resiko yang paling tinggi. Dari pernyataan tersebut secara tidak langsung menyatakan bahwa kamu dapat memiliki keuntungan yang besar dan juga kehilangan modal.

Namun, tenang saja jika kamu yang memiliki Blue Chip Stocks dan tujuannya untuk jangka panjang sebab hal tersebut tidak akan terlalu berpengaruh terlalu tajam. Berbeda halnya jika kamu memiliki saham ‘gorengan’ yang rawan akan kehilangan modal.

Tidak Mendapatkan Dividen Dari Perusahaan

Jika terjadi resesi seringkali terjadi goncangan pada kondisi perusahaan. Dengan demikian goncangan tersebut juga akan terjadi pada dividen yang akan diberikan. Perusahaan tetap dapat memberikan dividen atau bahkan tidak memberikan dividen.

Kehilangan Saham

Inilah resiko yang paling menyakitkan dari investasi jenis ini. Jika kamu salah memilih emiten dan ternyata emiten tersebut sudah tidak layak di dalam bursa efek dan dihapuskan dalam daftar tersebut maka kamu pun akan kehilangan seluruh uangmu.

Hati-hati dalam memilih saham, pilihlah saham yang memiliki fundamental yang baik serta memiliki kredibilitas perusahaan yang baik pula agar terhindar dari kondisi tersebut.

Jangan pernah memilih saham ‘gorengan’! Apa itu saham ‘gorengan’?

Saham ‘gorengan’ merupakan jenis investasi yang memiliki fundamental yang jelek namun sewaktu-waktu harganya akan melesat tajam akibat bandar yang memainkan harga didalamnya. So, jika kamu tidak mau kehilangan sahammu maka hindari jenis investasi seperti ini.

Baca juga: Jangan Sampai Salah!! Inilah Tips Memilih Broker Saham Terbaik

Inilah penjelasan singkat mengenai investasi high risk and high return. Pada dasarnya jika kita melihat hal positif dari investasi ini dimana keuntungan besar yang diberikan secara cuma – cuma memang sangat menggiur.

Namun, terkadang manusia suka lupa dibalik sebuah hal positif juga menyimpan hal negatif dimana kamu akan kehilangan seluruh uangmu jika salah memilih.

Semoga artikel ini akan membantumu yang akan terjun ke dunia investasi satu ini! Semoga kamu mendapatkan cuan yang besar dari investasi satu ini.

Bagikan

Leave a Comment