Inilah Tips Jitu Investasi Reksadana bagi Pemula

Saat ini, reksadana merupakan jenis investasi yang sangat di gandrungi para golongan anak muda. Hal ini disebabkan proses dalam melakukan investasinya cenderung mudah dibandingkan yang lainnya, selain itu pula investasi ini menjadi salah satu investasi teraman.

Kata ‘teraman’ dapat disematkan sebab produk yang ditawarkan kepada para penggunanya disesuaikan dengan level resiko.

Dengan demikian kejadian untuk kehilangan modal investasi sangat minim adanya, kemudian investasi ini menawarkan produk yang bernama pasar uang dimana kondisi tersebut grafik akan selalu naik. Namun, sisi negatifnya pengembalian modal tidak akan sebanyak lainnya.

Manajer investasi semua alasan dibalik itu semua, hal ini karena semua pengelolaan asset investasi dilakukan oleh manajer investasi, seseorang yang telah ahli dibidangnya dan telah teruji kredibilitasnya. Inilah yang membuat setiap orang bahwa reksadana merupakan salah satu investasi teraman dan mudah.

Berbeda halnya dengan emas yang cenderung paling aman diantara semuanya sebab hanya melihat pergerakan harga emas saja. Namun, sisi negatifnya tempat penyimpanan emas yang harus dipikirkan ketika terjun ke dalam investasi ini.

Tak hanya itu saja saham yang memiliki karakteristik hampir sama dengan reksadana saja, investasi ini memiliki resiko yang tinggi.

Dalam pemilihan emiten perusahaannya tidak semudah reksadana yang cukup melihat AUM dan expenses ratio. Saham harus melalui analisis fundamental atau teknikal terlebih dahulu sebelum menentukan pilihannya.

Dengan demikian reksadana merupakan jawaban dari persoalan investasi golongan muda yang tak mau ambil pusing dalam analisis.

Sebelum melakukan investasi ini terdapat beberapa tips jitu dalam melakukan investasi reksadana bagi para pemula. Berikut tips yang wajib untuk kamu ikuti:

Baca juga: Pengertian Reksadana, Jenis, Keuntungan dan Risikonya

Pahami Konsep dari Reksadana

konsep reksadana

Sebelum memutuskan untuk terjun ke dalam investasi reksadana, ada baiknya untuk kamu memahami konsep dan proses kerja didalam investasi tersebut.

Tidak hanya terbatas pada reksadana saja tetapi keseluruhan investasi. Tanamkan terlebih dahulu di dalam dirimu bahwa sebelum melakukan investasi pahami terdahulu konsep investasi tersebut.

Selalu ada maksud dari setiap saran, tujuannya agar kamu mengerti kondisi di dalam investasi tersebut dan menerima segala konsekuensi yang, baik itu rugi maupun untung. Banyak sekali terjadi peristiwa orang-orang yang mengalami kerugian dari investasi berjenis likuiditas.

Mengapa semua itu terjadi?

Hal utamanya adalah para pengguna tersebut tidak memahami konsep dari investasi tersebut, mereka menganggap bahwa berinvestasi akan selalu membawa keuntungan.

Pendapat ini tentunya tidak salah karena itu tujuan investasi, membawa keuntungan. Namun, investasi yang berjenis likuiditas memiliki grafik yang naik turun tergantung dari investornya.

Dengan demikian kamu sangat disarankan untuk memahami terlebih dahulu mengenai investasi reksadana dimulai dari konsepnya, tujuannya, produk yang ditawarkan reksadana hingga potensi keuntungan dan kerugian dari setiap produk.

Tujuan Investasi Reksadana

reksadana
Source : harnas.com

Dalam berinvestasi penting untuk selalu memiliki tujuan, jangankan berinvestasi ketika kita memasak pastinya kita memiliki tujuan bahwa masakan tersebut akan enak saat dimakan. Setiap melakukan sesuatu pastinya mengandung tujuan, begitu juga dengan investasi.

Terdapat banyak sekali opsi tujuan dalam melakukan sebuah investasi dana darurat, dana pensiun, modal usaha, biaya pendidikan, biaya nikah hingga biaya lahiran.

Jika kamu sudah menetapkan tujuan, jangan lupa untuk menetapkan jangka waktu beserta biayanya. Tujuannya adalah kamu dapat memenuhi tujuanmu sesuai dengan biaya dan tanggal yang dibutuhkan.

Ingat! Dalam berinvestasi tidak ada yang menggunakan jangka pendek, semua bentuk investasi akan berorientasi jangka panjang. Tidak ada namanya berinvestasi dalam jangka waktu 3 bulan, jika itu yang kamu inginkan, investasi bukanlah jawabannya melainkan trading.

Trading dapat dilakukan harian maupun bulanan namun hal ini tidak bisa kamu dapatkan pada reksadana tetapi kamu akan mendapatkan dalam investasi bentuk saham.

Reksadana sendiri disarankan untuk lebih baik jangka panjang karena proses kerja didalam sistem reksadana dan saham sangat berbeda jauh.

Reksadana ibarat menabung dalam bentuk celengan atau deposito namun memiliki keuntungan yang lebih banyak dari kedua hal tersebut. Tentunya memiliki level resiko yang lebih tinggi dibandingkan kedua hal tersebut.

Pilihlah Platform Untuk Investasi Reksadana Sesuai dengan Kemampuanmu

Jika kita memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk saham maka kita akan disarankan untuk memilih sekuritas. Tak berbeda jauh dengan reksadana juga menyediakan sejumlah platform yang menyediakan jasanya, dari mulai offline hingga online.

Jika kamu memilih offline sebagai platform dalam investasi reksadana maka kamu dapat memilih beberapa bank yang akan menyediakan produk-produknya. Namun, jika kamu memilih online, terdapat begitu banyak aplikasi yang menyediakan jasanya, seperti bareksa, bibit, ajaib, dan lain sebagainya.

Setiap platform memiliki kelebihan maupun kekurangannya masing-masing. Seperti bank yang menyediakan jasa offline ini memiliki kelebihannya sendiri dimana institusi ini telah dipercaya masyarakat terlebih dahulu dalam menabung uang serta melakukan kredit untuk modal usaha, dan lain sebagainya.

Dengan demikian kamu akan mempercayai amanah dari institusi satu ini. Namun, kekurangan yang dimilikinya yaitu fee manajer investasi yang bekerja sama dengan bank cukup besar dibandingkan platform lainnya.

Tak hanya itu saja, produk yang ditawarkan sangatlah terbatas sehingga pengguna tidak memiliki pilihan lainnya kembali dan terakhir hanya dapat dilakukan secara offline saja.

Platform online lainnya pun memiliki kelebihan yang terdiri atas para pengguna dapat dengan mudah untuk mengakses platform tersebut atau hanya sekedar memantau perkembangan dari investasi yang kita lakukan saat ini.

Transaksinya pun mudah cukup bermodalkan m-banking maka kamu sudah bisa menabung. Inilah salah satu alasan golongan anak muda menyukai platform online sebab dengan kesibukan yang segudang kamu tetap dapat melakukan investasi melalui online.

Tak hanya itu saja tetapi bermodalkan uang sebesar Rp 10.000 saja kamu tetap bisa melakukan investasi reksadana.

Dari segudang kelebihan menyimpan segudang kelemahan seperti perusahaan yang belum dapat dipercaya seperti bank.

Inilah yang menjadi ketakutan besar seseorang sebab jika perusahaan tersebut mengalami sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, bagaimana caranya untuk protes? Inilah alasan pentingnya memahami konsep investasi sebelum berinvestasi.

Pastikan Reksadana Memiliki Izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

ojk
source : wikipedia.com

Inilah jawaban dari pertanyaan diatas, pastikan bahwa platform online reksadanamu memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika platform memiliki maka kamu dapat tenang dan aman dalam melakukan investasi sebab legalitasnya sudah terjamin dan diawasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berbeda halnya jika platform onlinemu tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maka disarankan bagimu untuk segera menarik uangmu dari platform tersebut! Sebab jika tidak ada jaminan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maka kamu tidak akan bisa menuntut  platform tersebut dan kemungkinan besar uangmu tidak akan kembali.

Lakukan Investasi Sesuai dengan Kemampuanmu!

Investasi itu seperti menabung, namun yang membedakan kedua hal tersebut terletak pada keuntungan yang didapatkan.

Jika kamu menabung dengan metode konvensional yang akan kamu dapatkan hanya berupa sejumlah uang yang telah ditabung berbeda jika investasi akan menghasilkan sebuah keuntungan. Dengan demikian total uang yang dimiliki akan berbeda dari sebelumnya.

Dalam investasi reksadana menerapkan salah satu metode yang sering dipakai setiap orang yaitu menabung setiap bulannya.

Tujuannya adalah ketika kita membeli produk reksadana dalam kondisi yang mahal dapat tertutupi saat kita membeli produk reksadana dengan harga murah. Dengan demikian profit yang didapatkan pengguna akan menjadi lebih maksimal.

Langkah untuk melakukan investasi, ukurlah nominal yang diinvestasikan sesuai kemampuanmu. Tujuannya agar kamu dapat konsisten dalam berinvestasi dan tidak akan mengambil uang investasi tersebut hingga tujuan tercapai.

Jika kamu mampu untuk setiap bulannya berinvestasi Rp 500.000 maka lakukanlah dengan nominal seperti itu. Jangan pernah melakukan investasi dengan melihat nominal orang lain sebab apa yang dimiliki orang tersebut belum tentu kita juga memilikinya.

Sedikit tips yang mungkin akan membantumu dalam berinvestasi. Jika kamu memiliki pendapatan Rp 7.000.000/bulan maka kelompokkan pengeluaranmu dalam bentuk persen dan kemudian ubah ke dalam nominal uang termasuk pengeluaran investasi.

Tujuannya agar saat kamu mengalami kenaikan gaji kemudian persen pengeluaran tidak berubah tetapi nominal di dalamnya akan naik. Hal tersebut akan memaksimalkan diri kita dalam berinvestasi.

Simulasi Investasi

Simulasi investasi itu penting adanya, beberapa aplikasi reksadana menyediakan layanan untuk simulasi investasi. Hal ini akan mempermudahmu dalam menghitung nominal yang ingin dicapai beserta jangka waktunya.

Layanan simulasi ini disediakan dalam platform online. Bahkan terdapat aplikasi yang memiliki robo advisor yang akan membantu dalam berinvestasi produk di reksadana.

Baca juga: Rekomendasi Investasi yang Cocok di Tahun 2021

Inilah Sejumlah tips yang dapat membantumu dalam berinvestasi di reksadana. Kunci dari keberhasilan sebuah investasi tidak terletak banyaknya jumlah investasi namun komitmen serta keseriusan.

Hal ini dipicu ketika kamu tidak memiliki komitmen dan keseriusan maka sewaktu-waktu bisa saja kamu menyerah dan mengambil semua uangmu tanpa alasan yang jelas sebelum tujuan tercapai.

Dengan demikian bangkitkan komitmen dan keseriusan didalam diri dan teguhkan hati untuk berinvestasi sampai tujuan tercapai.

Bagikan

Leave a Comment